Kisah Kamtuu

Irwan Firdaus Uno - Kamtuu Founder

Bismillah. Semuanya diawali dengan satu kondisi.

Saya sering mengaturkan perjalanan tamu saya ke Jepang. Sesuai jamannya, pemesanan kepada vendor/supplier/operator kami lakukan secara online. Namun sering kami berurusan dengan mereka dan tak pernah bertemu langsung hanya sekedar berinteraksi secara online.

Satu contoh adalah ketika mengaturkan penjemputan untuk tamu di Bandara Narita di Tokyo. Tamu tiba di Narita tepat tengah malam. Wajar bila kami merasa khawatir. “Bagaimana bila mobil jemputan yang dipesan tidak datang?”

Itulah satu masalah besar dalam transaksi layanan wisata dan perjalanan (tour and travel) saat ini. Apalagi di jaman ketika semuanya bisa dilakukan secara online. Memesan tiket pesawat bisa online. Hotel juga bisa online. Pokoknya, setiap ada kebutuhan, hal pertama yang dilakukan adalah mencarinya secara online.

Tetapi amankah?

Bukan rahasia bahwa dunia online juga banyak dihuni oleh scammer atau para penipu. Termasuk di industri pariwisata. Bahkan bukan sekali dua kali kita mendengar kabar adanya wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang sudah melakukan pembayaran kepada travel agent di Indonesia, ternyata berakhir menyedihkan sebab travel agent tersebut ternyata bodong, alias mereka kena tipu. 

Maka timbullah ide membuat sebuah marketplace (pasar online) khusus untuk layanan wisata dan perjalanan (tour and travel), di mana para Traveler bisa mencari dan membeli paket-paket layanan wisata dan perjalanan, serta sebaliknya para Seller yang terdiri dari vendor/supplier/operator yang terverifikasi dan terpercaya bisa menawarkan layanannya. Di atas semua itu, transaksi bisa berlangsung secara aman tanpa resiko kena tipu bagi Traveller.

Tetapi mengapa khusus untuk destinasi Indonesia?

Ini adalah panggilan nurani untuk ikut memajukan dunia pariwisata Indonesia. Coba banyangkan, hingga akhir 2019 tepat sebelum pandemi Covid-19 melanda, Jepang, negara dengan luas wilayah yang begitu kecilnya berhasil mendapatkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 32 juta orang. Indonesia? Tak sampai 16 juta orang.

Dari sudut pandang pelaku bisnis pariwisata, Indonesia punya potensi wisata yang besar dan sangat layak untuk dijual. Tentu saja banyak faktor yang mempengaruhi mengapa kunjungan wisatawan mancanegara masih jauh di bawah Jepang, bahkan di bawah beberapa negeri jiran seperti Thailand dan Singapura.

Kamtuu diharapkan bisa memberi solusi. Mengedepankan keamanan dalam bertransaksi sebagai fitur utama, Kamtuu ingin para Traveler bisa merasa nyaman dan aman dalam membeli paket-paket layanan wisata dan perjalanan Indonesia, di sisi lain para Seller bisa mengakses potensi pasar wisatawan baik domestik maupun mancanegara dengan cara yang mudah.

Kami sadar bahwa segalanya tidak akan langsung sempurna. Bahkan kami percaya bahwa kesempurnaan itu sendiri adalah sesatu yang bersifat dinamis dalam artian harus senantiasa dikejar. Namun kami ingin memulai. Kami butuh dukungan semua pihak, terutama dari para stakeholder industri pariwisata Indonesia.

WelKamtuu Indonesia – WelKamtuu Kamtuu.